Direktur AKNSBY Ikut Partisipasi Grebeg Budaya Purworejo 2026

avatar
Ditulis oleh
Administrator
0 komentar
Direktur AKNSBY Ikut Partisipasi Grebeg Budaya Purworejo 2026
blog
Direktur AKNSBY Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum. menjadi dewan juri pada perhelatan Grebeg Budaya Purworejo 2026

PURWOREJO - Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY) Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum. menjadi dewan juri pada perhelatan Grebeg Budaya Purworejo 2026 di Kabupaten Purworejo. Untuk tahun ini, perhelatan tersebut merupakan yang ketiga kalinya. “Untuk yang perhelatan tahun ini saya perdana ikut serta dan kami mengapresiasi karena sangat luar biasa. Mereka para peserta telah melakukan proses persiapan sampai dengan pementasan,” ujar Kuswarsantyo. “Yang menarik bagi saya, ternyata dari 16 kecamatan yang turut serta itu masing-masing didampingi oleh anggota Dewan yang berkewajiban untuk ikut melestarikan seni tradisi. Jadi, dengan adanya kepedulian dari anggota Dewan di Purworejo ini, saya kira menarik untuk menjadi supporting semangat dari komunitas-komunitas budaya yang ada,” papar Kuswarsantyo.

Direktur AKNSBY menyebut, dari hasil display Grebeg Budaya Purworejo lalu menunjukkan bahwa supporting dari anggota Dewan di Purworejo itu bisa dilihat yang hasilnya maksimal tentu dukungannya juga luar biasa. Dan yang kurang peduli mungkin hanya ala kadarnya atau dengan kata lain hasilnya kurang bagus. “Itu tolak ukur bagaimana totalitas para anggota Dewan memberikan support kepada seni tradisi khususnya yang di kampung-kampung,” tegasnya.

Sebagai catatan, Grebeg Budaya Purworejo 2026 sukses diselenggarakan pada 7 Februari 2026 di depan Pendopo Kabupaten sebagai rangkaian Hari Jadi ke-195 dengan menampilkan parade seni tradisional dari 16 kecamatan. Acara ini bertujuan melestarikan budaya lokal, menampilkan tari Dolalak dan Cingpoling, serta diakhiri dengan rebutan gunungan sebagai simbol berkah.

Yang berpartisipasi ada 16 bergada (pasukan) dari seluruh kecamatan, menampilkan pakaian adat Jawa, hasil kreasi lokal, dan tarian khas, seperti Tari Cingpoling dari Kecamatan Pituruh dan Tari Dolalak. Digelar sebagai wujud nguri-uri (melestarikan) kebudayaan, mempererat kebersamaan dan memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo. Salah satu agenda prosesinya adalah "Rayahan" atau perebutan gunungan, yang melambangkan keberkahan dan antusiasme Masyarakat. Acara ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Purworejo untuk melestarikan seni tradisi sebagai potensi wisata budaya daerah. (Humas-AKNSenBud)


0 Komentar

Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!

BERITA TERKAIT

Kirim pertanyaan, saran, atau masukan anda kepada kami