YOGYAKARTA - Di DIY ada sedikitnya 3.000 desa budaya. Dari jumlah tersebut masing-masing desa bud...
YOGYAKARTA - Banyak hal yang didapat saat Forum Group Discussion yang digelar AKN Seni dan Budaya Yogyakarta untuk menjadi bahan masukan perjalanan ke depan. FGD yang berlangsung di di kampus setempat Jalan Parangtritis, Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (10/2/2026) tersebut dihadiri Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek RI Prof. Dr. Mukhammad Najib, STP, MM. Jajaran AKNSBY hadir lengkap yaitu Direktur AKNSBY Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, MHum., Wadir Drs. Kartiman, MSn., Kasubag TU Bayu Aprianto, MPd., Kepala Pusat Penelitian Penjaminan Mutu dan Pengabdian Masyarakat, Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. para Kaprodi, Dosen dan tenaga pendidik.
Diantara sekian banyak poin, Mukhammad Najib salahsatunya memberi dorongan penuh kepada AKNSBY yang saat ini punya PR besar untuk melahirkan Program Studi baru yaitu Digitalisasi Seni Tradisi. “Jadi ini kita mendiskusikan mengenai masa depan Akademi Komunitas dan tentu kita berharap ada peran-peran yang lebih besar yang bisa dilakukan oleh Akademi Komunitas terutama untuk meningkatkan accessibility dan relevansi dari Pendidikan untuk masyarakat khususnya di Yogyakarta,” kata Mukhammad Najib. “Kalau khusus untuk AKN Seni dan Budaya, terkait untuk penambahan Prodi Digitalisasi Seni Tradisi, itu sangat bagus sekali. Dan itu sangat dibutuhkan untuk desa-desa budaya,” sebut Direktur Kelembagaan. “Dan untuk mendokumentasikan kebudayaan secara digital, saya kira dari Kementerian sangat mendukung,” tegasnya.
Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. yang juga turut hadir pada FGD menyampaikan hal senada. “Saya kira ini bagus untuk perkembangan sekolah-sekolah khususnya kampus-kampus seni ke depan. Karena kita apalagi Yogyakarta ini kan brandingnya seni. Dan mudah-mudahan ini bisa kita dorong untuk bisa lebih baik,” ucap Setyabudi. “Karena yang namanya seni itu kan tidak dibatasi, jadi perkembangan teknologi saya kira make sense bisa kita optimalkan untuk pengembangan seni. Saya kira itu bagus untuk ke depan karena mau tidak mau ya teknologi harus membantu untuk pengembangannya,” tutupnya. (Humas-AKNSenBud)
0 Komentar