Siapkan Prodi Baru, AKNSBY Akan Bekali Pendamping Desa Budaya di DIY

avatar
Ditulis oleh
Administrator
0 komentar
Siapkan Prodi Baru, AKNSBY Akan Bekali Pendamping Desa Budaya di DIY
blog
Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek bersama Direktur AKNSBY menyaksikan para mahasiswa yang menampilkan skillnya

YOGYAKARTA - Di DIY ada sedikitnya 3.000 desa budaya. Dari jumlah tersebut masing-masing desa budaya belum memiliki tenaga ahli yang kompeten dalam bidang seni dan budaya. Hal tersebut disampaikan Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum. saat memaparkan presentasinya di hadapan Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI Prof. Dr. Mukhammad Najib, STP, MM. pada Forum Group Discussion (FGD) di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta di kampus setempat Jalan Parangtritis, Pandes, Panggungharjo, Sewon , Bantul, Selasa (10/2/2026). Hadir pada FGD ini jajaran AKNSBY Wadir Drs. Kartiman, MSn., Kasubag TU Bayu Aprianto, MPd., Kepala Pusat Penelitian Penjaminan Mutu dan Pengabdian Masyarakat, Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. para Kaprodi, Dosen dan tenaga pendidik. Turut hadir pula Direktur beserta para jajaran dari AKN Putra Sang Fajar Blitar dan AKN Pacitan.

“Dalam suatu kesempatan, kami dari AKNSBY bertemu dengan Kepala Dinas Kebudayaan DIY. Dari Dinas Kebudayaan DIY menyampaikan bahwa nanti pada 2027 mereka akan ikut menjadi pendamping budaya,” kata Kuswarsantyo. Sejalan dengan arah rencana itu, AKNSBY akan turut berperan membekali para calon pendamping desa budaya tersebut untuk bisa menentukan kompeten atau tidaknya seseorang ditempatkan di desa budaya. Seiring dengan proses melahirkan Prodi Digitalisasi Seni Tradisi, Kuswarsantyo berharap Kemdiktisaintek RI memberikan dukungan penuh untuk AKNSBY dalam menggarap PR amanah langsung dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X ini.

Respons positif dari keinginan melahirkan Prodi Digitalisasi Seni Tradisi ini langsung disampaikan Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI Prof. Dr. Mukhammad Najib, STP, MM. “Kalau khusus untuk AKN Seni dan Budaya Yogyakarta terkait untuk penambahan Prodi Digitalisasi Seni Tradisi, itu sangat bagus sekali. Dan itu sangat dibutuhkan untuk desa-desa budaya,” sebut Direktur Kelembagaan.  “Dan untuk mendokumentasikan kebudayaan secara digital, saya kira dari Kementerian sangat mendukung,” tegasnya. (Humas-AKNSenBud)


0 Komentar

Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!

BERITA TERKAIT

Kirim pertanyaan, saran, atau masukan anda kepada kami